Langsung ke konten utama

Pemasangan Stairlift di Candi Borobudur Tuai Pro-Kontra


Pemasangan stairlift di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, telah memicu perdebatan di kalangan publik dan ahli warisan budaya. Stairlift ini bertujuan untuk memudahkan akses bagi tamu negara dan pengunjung dengan keterbatasan mobilitas. Hal ini dilakukan jelang kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada akhir Mei 2025. 

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) memasang empat unit stairlift yang membentang dari lantai tiga hingga lantai tujuh Candi Borobudur. Pemasangan ini dilakukan tanpa menggunakan paku atau bor, sehingga tidak merusak struktur candi yang merupakan situs warisan dunia UNESCO. Stairlift ini dirancang sebagai instalasi sementara yang dapat dibongkar setelah kunjungan kenegaraan selesai.  

Pemasangan stairlift ini mendapat tanggapan beragam. Dharmapala Nusantara-Forum Aktivis Buddhis Bersatu menolak stairlift dipasang di candi Borobudur. Hal itu dikarenakan akan mengganggu otentisitas visual dan pengalaman spiritual pengunjung.

“Meskipun kami mencatat adanya klarifikasi Menteri Kebudayaan bahwa instalasi yang dimaksud bukanlah eskalator masif, melainkan stairlift yang diklaim bersifat non-permanen dan tidak merusak, kami tetap memandang rencana ini dengan kekhawatiran dan sejumlah pertanyaan kritis yang mendasar," ujar Ketua Umum Dharmapala Nusantara-Forum Aktivis Buddhis Bersatu, Kevin Wu, dalam keterangannya pada Rabu (28/5/2025), dilansir dari detikcom.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pemerintah akan menetapkan stairlift di candi Borobudur secara permanen. Namun, akan diuji coba terlebih dahulu. 

"Akan kami coba permanenkan. Nanti uji coba dahulu," kata dia di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Kamis, 29 Mei 2025 dikutip dari video yang disebarluaskan tim komunikasi presiden, dilansir dari Tempo.

Pemasangan stairlift di Candi Borobudur mencerminkan upaya untuk meningkatkan aksesibilitas tanpa mengorbankan integritas situs bersejarah. Namun, keputusan untuk menjadikan fasilitas ini permanen memerlukan kajian mendalam dan konsultasi dengan para ahli warisan budaya untuk memastikan bahwa pelestarian Candi Borobudur tetap terjaga.


Penulis: Azkal Azkia Nurrohmat

Foto: Unsplash.com/Steffen Bertram


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa UGM Tewas Ditabrak BMW, Publik Serukan #JusticeForArgo

Gelombang protes dengan tagar #JusticeForArgo menjadi trending di media sosial. Publik menuntut transparansi hukum atas kasus kematian Argo akibat insiden kecelakaan lalu lintas di Sleman, Yogyakarta pada Sabtu, (24/5/2025). Korban bernama lengkap Argo Ericko Achfandi (19), seorang mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2024 di Universitas Gajah Mada. Dalam postingan LinkedIn pribadinya, Argo diketahui aktif berorganisasi juga berprestasi.  Awal mula kasus ini viral di media sosial yakni setelah rekan-rekan Argo dan mahasiswa UGM lainnya mengangkat tagar #JusticeForArgo. Tagar tersebut menjadi trending topic di berbagai platform seperti X dan Instagram.  Warganet pun beramai-ramai menyerukan keadilan bagi Argo dan meminta agar tidak ada dugaan pengistimewaan dalam proses hukum. Apalagi, narasi yang beredar di sosial media menyebut adanya perbedaan latar belakang antara korban dan tersangka. Tanggapan Pihak Kampus Terkait #JusticeForArgo Pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam per...

Ledakan Pemusnahan Amunisi di Garut, 13 Orang Tewas

Ledakan akibat pemusnahan amunisi kedaluwarsa menyebabkan 13 orang tewas di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Korban terdiri dari empat personel TNI dan sembilan warga sipil.  Kejadian memilukan ini mendapat banyak perhatian publik. Mulai kronologi kejadian, daftar para korban, hingga tanggapan pihak berwenang. Biar nggak penasaran, yuk simak rangkuman selengkapnya di bawah ini! Kronologi Terjadinya Ledakan  Pukul 09.30 di Desa Sagara pada Senin (12/5/2025), amunisi tak layak pakai, mortir dan granat, meledak secara tiba-tiba ketika hendak dimusnahan. Bahan-bahan peledak milik TNI itu berasal dari Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) III, Pusat Peralatan TNI AD (Puspalad). Di lahan milik BKSDA Garut, sumur digali oleh personel TNI dibantu warga setempat untuk meledakkan amunisi menggunakan denator (pemicu ledakan). Diketahui, para korban yang meninggal dunia berada di dalam atau sekitar sumur.  Awalnya, personel TNI juga terkait lokasi peledakan telah dilakukan pengecekan kemudian d...

PHK Massal Guncang Industri Media

Pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi secara masif menerpa industri media di Indonesia. Awal 2025, sejumlah perusahaan media melakukan pengurangan jumlah karyawan secara signifikan. Tak terkecuali, perusahaan media ternama tanah air KompasTV.  Hal ini terjadi di tengah perubahan perilaku konsumen, persaingan digital, dan kebijakan pemerintah. Dalam catatan Dewan Pers, sepanjang 2023 dan 2024, tak kurang dari 1.200 karyawan perusahaan pers termasuk jurnalis, harus menjalani PHK.  Kompas TV, salah satu stasiun televisi berita yang cukup dikenal di Indonesia, baru-baru ini melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawan dari berbagai divisi. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya efisiensi perusahaan dalam menghadapi tantangan ekonomi serta perubahan cara masyarakat mengonsumsi berita. Baca Juga: PHK di Industri Media dan Lanskap Media yang Berubah Salah satu momen yang menyentuh terjadi saat Gita Maharkesri, pembawa acara senior Kompas TV, berpamit...