Langsung ke konten utama

PHK Massal Guncang Industri Media


Pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi secara masif menerpa industri media di Indonesia. Awal 2025, sejumlah perusahaan media melakukan pengurangan jumlah karyawan secara signifikan. Tak terkecuali, perusahaan media ternama tanah air KompasTV. 


Hal ini terjadi di tengah perubahan perilaku konsumen, persaingan digital, dan kebijakan pemerintah. Dalam catatan Dewan Pers, sepanjang 2023 dan 2024, tak kurang dari 1.200 karyawan perusahaan pers termasuk jurnalis, harus menjalani PHK. 


Kompas TV, salah satu stasiun televisi berita yang cukup dikenal di Indonesia, baru-baru ini melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawan dari berbagai divisi. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya efisiensi perusahaan dalam menghadapi tantangan ekonomi serta perubahan cara masyarakat mengonsumsi berita.



Salah satu momen yang menyentuh terjadi saat Gita Maharkesri, pembawa acara senior Kompas TV, berpamitan dalam siaran terakhirnya di program Kompas Sport Pagi. Ucapannya yang emosional menjadi sorotan di media sosial dan memunculkan  simpati dari berbagai pihak.


Keputusan ini menarik perhatian publik karena Kompas TV selama ini dikenal sebagai media yang cukup mapan dan profesional. Namun, tekanan industri media akibat pergeseran ke platform digital membuat banyak perusahaan harus beradaptasi, termasuk dengan mengurangi jumlah pekerja.


Faktanya, Kompas TV bukan satu-satunya yang terdampak. Hingga tahun 2025, sedikitnya ada 12 perusahaan media yang juga melakukan PHK massal, seiring semakin beratnya beban ekonomi dan tuntutan untuk berubah mengikuti perkembangan teknologi.


Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, termasuk akun X @PartaiSocmed, salah satu kasus yang paling mencolok datang dari iNews, yang resmi menutup seluruh kantor biro daerah pada 30 April 2025. 


Cuitan dari @PartaiSocmed menyebut, “Inews per 30 April menutup semua kantor bironya di Indonesia. MNC group layoff 400 pegawainya.”


Tak berhenti di situ, MNC Group juga melanjutkan langkah efisiensinya di berbagai unit lain. Jumlah karyawan yang terdampak bahkan diperkirakan melebihi 400 orang. Perubahan juga terjadi pada struktur redaksinya, dari sebelumnya memiliki 10 pemimpin redaksi, kini tersisa hanya tiga. Langkah ini memperlihatkan adanya konsolidasi besar-besaran dalam tubuh perusahaan.


Situasi serupa terjadi di CNN Indonesia TV, yang telah mengonfirmasi adanya pengurangan sekitar 200 tenaga kerja, mencakup staf redaksi hingga teknis. TV One memberhentikan 75 pegawai dalam upaya menata ulang struktur organisasinya. Sementara itu, Viva.co.id dikabarkan akan menutup kantor operasionalnya di kawasan Pulogadung. 


Emtek Group juga tak luput dari kebijakan efisiensi. Sebanyak 100 karyawan dari berbagai unit usaha harus terdampak pemangkasan. Langkah efisiensi serupa diambil oleh Global TV (GTV), yang memangkas sekitar 30% tenaga kerja di bagian produksi. 


Lembaga penyiaran publik seperti TVRI pun turut mengambil langkah efisiensi. Mereka menghentikan kontrak kontributor dan pekerja lepas di sejumlah daerah guna menekan pengeluaran. Demikian pula dengan RRI, yang memutus kontrak tenaga outsourcing dan pekerja non-PNS. 


Di kalangan media hiburan, ANTV juga tercatat telah merumahkan 57 karyawan. Perusahaan menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil dalam rangka restrukturisasi operasional.


Tak hanya karena efisiensi internal, PHK juga terjadi akibat perubahan kepemilikan. Net TV, misalnya, mengalami PHK massal setelah proses akuisisi oleh MD Entertainment. Peralihan kepemilikan ini berdampak langsung terhadap struktur kepegawaian.


Kasus terakhir datang dari Republika, yang memutuskan untuk merumahkan 60 pekerja, termasuk 29 jurnalis. Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah efisiensi operasional di tengah tantangan yang semakin kompleks bagi media cetak dan daring.


Data dari Kementerian Ketenagakerjaan mencatat bahwa dalam periode Januari hingga April 2025, terdapat lebih dari 24 ribu pekerja dari berbagai sektor yang mengalami PHK. Angka ini menunjukkan bahwa tekanan ekonomi tidak hanya terjadi di sektor media, melainkan juga di sektor lainnya.


Situasi ini menunjukkan bahwa industri media perlu segera mencari model bisnis baru agar bisa tetap bertahan. Inovasi, digitalisasi, dan diversifikasi pendapatan menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan ke depan.



Di sisi lain, dukungan dari pemerintah juga diharapkan, terutama bagi para pekerja yang terkena dampak. Program pelatihan ulang, perlindungan sosial, serta perluasan lapangan kerja bisa menjadi solusi jangka menengah dan panjang.


Kerja sama antara pemerintah, industri media, dan organisasi pekerja sangat dibutuhkan agar persoalan PHK ini tidak berlarut dan bisa ditangani secara adil. Sebab, di balik semua data dan angka, ada nasib para pekerja yang perlu dilindungi.


Penulis: Novita Lestari

Foto: ANTARA Foto

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memaknai Hari Buruh 2025: Refleksi, Tuntutan, dan Harapan Buruh Indonesia

  Setiap tanggal 1 Mei, diperingati sebagai hari Buruh Internasional atau yang biasa disebut May Day. Momen tersebut menyorot para buruh yang meyuarakan persoalan mengenai ketenagakerjaan. Para buruh melakukan aksi turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutannya guna mendapatkan hak-haknya di tempat kerja. . Keppres RI nomor 24 tahun 2013 menyebutkan bahwa setiap tanggal 1 Mei diperingati sebagai hari Buruh Internasional yang dirayakan secara rutin oleh pekerja atau buruh di berbagai wilayah Indonesia. Hal tersebut dimaksudkan untuk membangun kebersamaan antar pelaku hubungan industrial agar lebih harmonis secara nasional. Berdasarkan hal tersebut, ditetapkanlah tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional sebagai hari Buruh Internasional. Refleksi Hari Buruh Hari Buruh atau May Day bermula di Amerika Serikat (AS) pada akhir abad ke-19 yang pada saat itu, kondisi kerja sangatlah buruk. Ditandai dengan jam kerja yang mencapai 10 hingga 16 jam perhari dengan upah yang minim...

Kekacauan Konser Day6 di Jakarta yang Membuat Fans Kecewa

Konser grup band asal Korea Selatan Day6 di Jakarta menuai sejumlah permasalahan bagi para penontonnya. Berbagai masalah muncul karena buruknya manajemen yang dikelola oleh Mecimapro selaku promotor yang mengelola event tersebut. MyDay Indonesia, julukan penggemar dari Day6 turut kecewa atas beberapa insiden saat berlangsungnya acara. Lantas, apa saja permasalahan yang ada dalam acara tersebut? Berikut kami rangkum dalam artikel ini. Situs Pembelian Tiket yang Down Pada Desember 2024, Mecimapro mengumumkan akan mendatangkan Day6 di tanggal 3 Mei 2025 dan akan berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS). Sejalan dengan pemberitahuan tersebut, Mecimapro mengungkapkan mekanisme penbelian tiket yang dapat dibeli oleh penggemar. Tiket tersebut dibagi menjadi dua kategori, yaitu untuk member Mecima yang dapat dibeli pada 6 Januari 2025 dan untuk umum di 7 Januari 2025. Tiket tersebut dapat diakses melalui website Mecimashop dan Tiket.com (selain member Mecima). Ketika pembelian t...